| Selasa, 15 Januari 2008 |
| cara pencegahan rabies pada manusia |
Sijunjung, Padek---Untuk mencegah penambangan emas secara liar dan serampangan, akhirnya Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, melaksanakan Sosialisasi tentang tata cara penambangan, terhadap para Penambang Emas Tanpa Izin, di kecamatan IV nagari, kata Efriwan Putra Staf Inforkom yang mengikuti acara sosialisasi tersebut, Selasa (24/4). Menurut Efriwan, sosialisasi ini diikuti pemilik ulayat, pemilik mesin, walinagari, serta Muspika IV Nagari itu, terungkap bahwa, penambangan emas yang dilakukan masyarakat saat, ternyata melanggar Undang-udang Nomor 11 Tahun 1997, yang mengatur tentang kegiatan penambangan. Karena penambangan yang dilakukan ternyata tidak memiliki izin. Sementara itu Kepala Bidang Pertambangan Umum, Drs. Asril Nurkamin,mengatakan penambangan emas yang dilakukan masyarakat di Sawahlunto Sijunjung tak satupun yang memiliki izin. Selain itu, penambangan yang dilakukan juga tak memenuhi kaidah penambangan, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk itu, sebelum kegiatan penambangan dilakukan, ia minta masyarakat mengurus izin, agar sebelum penambangan dilakukan dapat dilakukan survey lokasi. Disamping untuk proses izin, juga sekaligus guna menentukan areal tersebut layak atau tidak untuk dieksplorasi. Kalau proses izin tidak dilalui penambang, otomatis kegiatan penambangan harus dihentikan. Setelah mendengarkan sosialisasi dari dinas pertambangan tersebut, pada prinsipnya mereka mau mengurus izin dengan catatan, dinas pertambangan juga membantu mereka mendeteksi lokasi yang memiliki kandungan emas, agar usaha mereka tidak sia-sia. Kemudian para penambang juga meminta Dinas Pertambangan dan instansi terkait, untuk menertibkan alat berat seperti escavator yang saat ini telah meraja lela di Kecamatan IV Nagari. Sebab keberadaan alat berat tersebut juga memicu percepatan kerusakan lingkungan. Akibat penambangan liar ini, sekitar 20 hektar sawah produktif di kecamatan IV nagari sudah rusak. Pada intinya, tidak bisa dipakai lagi untuk pertanian, kata PPL IV Nagari Erfendi, ketika diminta pendapatnya, tentang usaha penamabangan emas di daerahnya. (air)
Sijunjung, Padek—Untuk peningkatan hasil padi di masyarakat Kecamatan IV Nagari, Universitas Andalas (Unand) Padang, memberikan bantuan Bibit Unggul dengan merk Kahayan sebanyak 500 Kg, kata Efriwan Putra Staf Inforkom yang langsung menyaksikan penyerahan bibit tersebut, di Palangki Selasa (24/4). Menurut paparan yang disampaikan salah seorang utusan Unand siang itu mengatakan, Bibit Padi Unggul jenis Kahayan tersebut merupakan hasil kerjasama Unand Padang dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional. Kemudian dia berharap kepada petani untuk bisa memanfaatkan bantauan bibit ini secara baik, jelas Efriwan. Sementara itu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan IV Nagari, Erfendi. AMd, siang tadi mengatakan, bantuan Unand tersebut akan diperuntukkan untuk 4 kelompok tani di Kecamatan IV Nagari, dengan luas areal 20 hektar. Kelompok tani yang akan memperoleh bantuan tersebut menurut Erfendi saat ini tengah dilakukan pendataan. Bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan akan diberikan bantuan bibit. Syarat yang harus dipenuhi antara lain mau menerapkan teknologi pertanian, pemakaian pupuk organik, tanam padi sebatang dan pasca panen yang baik.Tahun 2006 lalu Kecamatan IV Nagari juga memperoleh bantuan dan Dinas Pertanian berupa mesin pengolah kompos sebanyak 1 unit dengan nilai Rp50 juta. Kemudian tahun 2007, IV Nagari kembali akan mendapatkan bantuan mesin pembuatan pupuk Granular atau pupuk butir senilai Rp50 juta dan untuk pembangunan gedung senilai Rp75 juta, jelas Erfendi. (air)
RABIES
Penyakit anjing gila ( rabies) adalah : Penyakit menular akut dari susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus yang dapat menyerang hewan berdarah panas dan manusia Dapat disebarkan oleh hewan anjing, kucing, kera dan beberapa satwa liar lainnya yang menderita rabies melalui gigitan
Cara pencegahan rabies pada manusia : Bila seseorang digigit hewan penderita rabies, tindakan pertama adalah mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau detergent selama 10 – 15 menit, kemudian luka dicuci dengan air bersih dan diberi alkohol 70% atau jodium tincture Segera pergi ke puskesmas, dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pengobatan Selanjutnya, perlu atau tidaknya mendapat serum anti rabies tergantung dari hasil pemeriksaan dokter Gejala / tanda rabies pada hewan : Terjadi perubahan tabiat, dari ramah menjadi penakut Senang bersembunyi ditempat-tempat yang gelap dan dingin Tidak lagi menuruti perintah majikannya Nafsu makan hilang Suara menjadi parau Ekornya berada diantara paha Menyerang dan menggigit apa saja Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan Biasanya mati 4 – 7 hari setelah gejala pertama Gejala / tanda rabies pada manusia : Biasanya diawali dengan sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup dan nyeri tekan pada luka bekas gigitan Kepekaan terhadap sinar, suara, angin meningkat Air liur dan air mata keluar secara berlebihan Yang paling khas pada penderita rabies adalah rasa takut yang berlebihan pada air Kejang – kejang yang disusul dengan kelumpuhan .
Label: artikel |
posted by go!.....go1 @ 16.51  |
|
|
|
|
|
Sijunjung, Padek---Untuk mencegah penambangan emas secara liar dan serampangan, akhirnya Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, melaksanakan Sosialisasi tentang tata cara penambangan, terhadap para Penambang Emas Tanpa Izin, di kecamatan IV nagari, kata Efriwan Putra Staf Inforkom yang mengikuti acara sosialisasi tersebut, Selasa (24/4). Menurut Efriwan, sosialisasi ini diikuti pemilik ulayat, pemilik mesin, walinagari, serta Muspika IV Nagari itu, terungkap bahwa, penambangan emas yang dilakukan masyarakat saat, ternyata melanggar Undang-udang Nomor 11 Tahun 1997, yang mengatur tentang kegiatan penambangan. Karena penambangan yang dilakukan ternyata tidak memiliki izin.
Sementara itu Kepala Bidang Pertambangan Umum, Drs. Asril Nurkamin,mengatakan penambangan emas yang dilakukan masyarakat di Sawahlunto Sijunjung tak satupun yang memiliki izin. Selain itu, penambangan yang dilakukan juga tak memenuhi kaidah penambangan, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk itu, sebelum kegiatan penambangan dilakukan, ia minta masyarakat mengurus izin, agar sebelum penambangan dilakukan dapat dilakukan survey lokasi. Disamping untuk proses izin, juga sekaligus guna menentukan areal tersebut layak atau tidak untuk dieksplorasi. Kalau proses izin tidak dilalui penambang, otomatis kegiatan penambangan harus dihentikan. Setelah mendengarkan sosialisasi dari dinas pertambangan tersebut, pada prinsipnya mereka mau mengurus izin dengan catatan, dinas pertambangan juga membantu mereka mendeteksi lokasi yang memiliki kandungan emas, agar usaha mereka tidak sia-sia. Kemudian para penambang juga meminta Dinas Pertambangan dan instansi terkait, untuk menertibkan alat berat seperti escavator yang saat ini telah meraja lela di Kecamatan IV Nagari. Sebab keberadaan alat berat tersebut juga memicu percepatan kerusakan lingkungan. Akibat penambangan liar ini, sekitar 20 hektar sawah produktif di kecamatan IV nagari sudah rusak. Pada intinya, tidak bisa dipakai lagi untuk pertanian, kata PPL IV Nagari Erfendi, ketika diminta pendapatnya, tentang usaha penamabangan emas di daerahnya. (air)
|
posted by go!.....go1 @ 16.51  |
|
|
|
|
| Islam Adalah Darah Dagingmu |
Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah darah dagingmu, tangisilah dirimu dan sayangilah ia, jika kamu tidak menyayangi maka tidak akan disayang. Hendaknya yang menjadi temanmu adalah orang yang mengajakmu berzuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Perbanyaklah mengingat mati, perbanyaklah memohon ampun atas dosa-dosamu yang telah lalu dan mohonlah keselamatan kepada Allah dalam menjalani sisa-sisa umurmu.
Dinukil dari Imam yang zuhud, ahli ibadah dan wara' bernama Sufyan Ats-Tsauri dari wasiat-wasiat, nasihat dan kalimat yang penuh hikmah yang bertebaran dalam kitab-kitab Thabaqat, biografi para ulama dlan kitab-kitab berharga lainnya. Seluruh apa yang beliau nasihatkan begitu berharga, memancar di dalamnya ruh yang khusyu' dan bercahaya. Di antara nasihat yang paling berharga dari Sufyan Ats-Tsauri adalah wasiat yang beliau tulis untuk sebagian saudara beliau, yang meminta nasihat dan wejangan dari beliau. Di antaranya tertulis: Janganlah engkau mengambil ilmu agama melainkan kepada orang yang sangat cinta kepada agamanya, karena perumpamaan orang yang tidak mencintai agamanya bagaikan dokter yang sakit dan tidak mampu mengobati penyakit pada dirinya. Bagaimana mungkin ia akan mengobati orang lain dan menasihatinya? Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah darah dagingmu, tangisilah dirimu dan sayangilah ia, jika kamu tidak menyayangi maka tidak akan disayang. Hendaknya yang menjadi temanmu adalah orang yang mengajakmu berzuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat. Perbanyaklah mengingat mati, perbanyaklah memohon ampun atas dosa-dosamu yang telah lalu dan mohonlah keselamatan kepada Allah dalam menjalani sisa-sisa umurmu. Imam Ats-Tsaury telah menjelaskan bahwasanya mempelajari Islam pada selain ahli wara' dan taqwa merupakan pengkhianatan terhadap diri sendiri, mampukah seorang dokter yang tak mampu mengobati dirinya sendiri dia akan dapat mengobati orang lain? Betapa tepatnya perumpamaan Imam ini tentang agama sebagaimana darah dan daging, karena agama yang benar adalah ruh manusia dan intinya, maka apabila agama ini lenyap seakan-akan bukan dikatakan sebagai manusia lagi. Sebagaimana jika manusia telah hilang darah dan dagingnya, dapatkah ia disebut sebagai manusia? Sesungguhnya orang-orang yang menyeru kaum muslimin hari ini untuk mengikuti ajaran sekulerisme, mereka telah mendudukkan sampah ke derajat agama, menipu kaum muslimin bahwa mereka mampu hidup tanpa Islam dan mengambil sesuatu yang bertentangan dengan Islam. Akan tetapi nasihat Sufyan Ats-Tsaury sebagai sanggahan terhadap pemikiran atheis yang meremehkan pengaruh Islam dalam kehidupan manusia. Apakah yang dilakukan oleh seoarang muslim bila telah meyakini bahwa agamanya adalah dasar yang menjadikan dia ada dan inti dari hidupnya? (tentulah ia akan berkata): قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama meyerahkan diri (kepada Allah) (Al-An'am: 162-163) Sesungguhnya kemuliaan umat Islam akan terwujud manakala ada orang-orang yang yakin bahwa Islam adalah darah dan dagingnya bahkan manakah yang lebih berharga antara darah dan daging dengan ruh dan jiwa? Sekali-kali umat Islam ini tidak akan kembali berjaya, tegak, berkuasa dengan lurus bagi manusia melainkan jika mereka kembali mengambil pelajaran sebagaimana yang dikatakan oleh Imam ini, menguatkan ikatannya terhadap Islam dan meletakkannya pada tempat yang semestinya dalam rangka membina pribadi dan mengatur masyarakat. Sungguh sangat mengherankan orang-orang yang terkena fitnah dan provokasi dari orang yang merendahkan martabat Islam, melecehkan orang-orang yang berpegang teguh dengannya. Mereka tak lebih dari para pembeo orang-orang atheis yang tidak pernah merasakan lezatnya iman dan ketenangan dengan hidayah Islam. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang sesat yang ingin menyebarkan kesesatan tersebut kepada setiap hati. Diambil dari Haakadza..Tahaddatsas Salaf edisi bahasa Indonesia Potret Kehidupan Para Salaf karya Dr. Musthafa Abdul Wahid. Penerbit : At-TibyanLabel: artikel |
posted by go!.....go1 @ 16.37  |
|
|
|
|
| Dunia dan amalan shalih |
Imam Nawawi dalam muqodimah kitab beliau yang sangat bermanfaat, Riyadus Shalihin. Beliau berkata, Allah berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ منْهُمْ مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونَ Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan (Adz-Dzariaat:56.57)
Imam Nawawi dalam muqodimah kitab beliau yang sangat bermanfaat, Riyadus Shalihin. Beliau berkata, Allah berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ منْهُمْ مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونَ Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan (Adz-Dzariaat:56.57) Ayat diatas merupakan keterangan yang sangat jelas bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah. Oleh karena itu sudah semestinya mereka memperhatikan untuk apa mereka diciptakan, seraya berpaling dari kemewahan kemegehan dunia dengan bersikap zuhud, karena dunia merupakan alam fana yang tidak akan kekal. Dunia hanyalah merupakan jembatan yang menghubungkan ke alam akhirat, bukan tempat untuk bersenang-senang dan tempat tinggal yang abadi. Oleh karena itu, orang-orang yang sadar dan memahami akan benar-benar melaksanakan ibadah dan orang-orang yang sehat akalnya adalah orang-orang yang zuhud. Allah berfirman إنَّمَا مَثَلُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَآءِ فَأخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ ممَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّى إذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَأزَّيَّنَتْ وَظَنَّ أهْلُهَا أنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيها أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَو نَهَاراً فَجَعَلْنَاهَا حَصِيداً كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir (Yuunus: 24)Salah seorang penyair berkata إِنَّ للهِ عِبَاداً فُطَنَا طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَانَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَاجَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang cerdas, yaitu yang tidak mementingkan dunia dan takut akan fitnahMereka senantiasa memperhatikan, maka ketika mengetahui, dunia ini bukanlah tempat tinggal selama-lamanya bagi yang hidup.Merekapun menjadikan dunia bagaikan samudra dan menjadikan amalan shalih sebagai bahtera untuk berlayar mengarunginya
|
posted by go!.....go1 @ 16.32  |
|
|
|
|
| Shalat istikharah untuk menentukan pilihan |
Shalat istikharah dilaksanakan ketika dihadapkan pada suatu permasalah agar pilihan kita mantap dan hati kita merasa tenang dengan apa yang kita pilih. Shalat istikharah dapat ketika akan menentukan pilihan pasangan hidup atau perkara-perkara yang lain
Saudara dan saudariku yang budiman, pernikahan adalah ikatan yang mempertalikan antara kedua pasangan suami-isteri. Memperhatikan supaya memilih isteri atau suami yang tepat adalah fase terpenting dalam permulaan pernikahan, dan dalam hal ini diperlukan kesungguhan yang mendalam untuk mendapatkan suami atau isteri yang tepat dari segala aspeknya. Siapa yang ingin ni'kah, hendaklah dia memilih pendamping hidupnya dengan pilihan yang berlandaskan pengetahuan dan pemikiran yang kukuh serta sangat bersungguh-sungguh untuk beristikharah kepada Allah, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah kepada kita. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Jabir ra, ia menuturkan: Rasulullah mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan surat al-Qur-an: إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ `Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: 'Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku-, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Dan hendaklah is menyebutkan hajatnya.'' (HR. Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya) Di sini ada beberapa perkara penting yang wajib kita perhatikan: Istikharah dilakukan setelah menunaikan shalat dua rakaat selain shalat shalat fardhu (Tahiyyatul Masjid, atau setelah shalat sunnah lainnya). Do'a istikharah dilakukan setelah shalat, bukan di dalam shalat. Boleh mengulang-ulang istikharah, karena ini adalah do'a, dan mengulang-ulang do'a adalah dianjurkan. Sebagian orang menyangka bahwa setelah melakukan shalat Istikharah, seseorang akan melihat sesuatu dalam mimpinya. Hal ini tidak berdasar. Pada prinsipnya, jika seseorang telah melakukan shalat Istikharah, hatinya menjadi tenang dengan pilihannya, maka tujuan istikharah telah terpenuhi. Bukan seperti yang diduga sebagian orang bahwa jika seseorang tidak bermimpi, maka dia harus mengulangi istikharahnya lagi hingga ia bermimpi. Shalat Istikharah hukumnya dianjurkan, bukan wajib. Ibnu `Umar radhiallahu’anhuma berkata: Seseorang benar-benar beristikharah kepada Allah Ta'ala, lalu Dia menjadikan baik pilihannya itu, kemudian dia kesal kepada Rabb-nya, Namun tidak berapa lama kemudian dia melihat bahwa kesudahan yang baik telah dipilihkan untuknya (oleh Allah).' Referensi: Panduan Lengkap Nikah dari A sampai Z, Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin 'Abdir Razzaq. Pustaka Ibnu KatsierLabel: artikel |
posted by go!.....go1 @ 16.26  |
|
|
|
|
| Mengapa Engkau Melalaikannya dalam Shalat ? |
Sebagian muslimin meremehkan pakaian ketika melaksanakan shalat, apakah dengan bahan yang diharamkan seperti sutra bagi laki-laki, adanya gambar makhluk bernyawa atau hal lainnya. Berikut pembahasan ringkas mengenai hal tersebut dan hal-hal lain yang berkaian dengannya
Beberapa Perkara yang Perlu Diperhatikan Saat Hendak Shalat Shalat dengan pakaian yang diharamkan Sebuah pakaian bisa diharamkan bagi seseorang, mungkin dari sisi diperolehnya pakaian tersebut dengan cara yang haram, atau zat pakaian itu sendiri yang haram atau sifatnya yang haram. Diperoleh dengan cara yang haram, mungkin dengan mencuri ataupun merampasnya dari orang lain atau yang semisalnya. Zat pakaian itu haram, seperti pakaian sutera dan emas yang diharamkan bagi laki-laki untuk memakainya atau pakaian yang bergambar makhluk hidup (manusia dan hewan). Sifat pakaian itu haram, seperti seorang laki-laki memakai pakaian wanita atau sebaliknya. Shalat mengenakan pakaian yang diharamkan tersebut hukumnya haram. Lantas, apakah shalat yang dikerjakan sah ataukah batal ? Dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ahlul ilmi. Namun pendapat mayoritas ahlul ilmi adalah shalatnya sah, tidak batal. Pelakunya dianggap telah berbuat maksiat karena melakukan perkara yang diharamkan, yakni memakai pakaian yang diharamkan. Ketika syariat melarang mengenakan sebuah pakaian secara mutlak pada saat menunaikan shalat ataupun di luar shalat, maka ini tidaklah mengandung konsekuensi batalnya shalat yang dikerjakan dengan memakai pakaian tersebut. (Asy-Syarhul Mumti’, 1/ 448). Shalat dengan memakai pakaian bercorak/ bergambar Ummul mukminin Aisyah mengabarkan: “Nabi shalat mengenakan khamishah yang memiliki corak/gambar-gambar. Beliau memandang sekali ke arah gambar-gambarnya. Maka selesai dari shalatnya, beliau bersabda, “Bawalah khamishahku ini kepada Abu Jahm dan datangkan untukku anbijaniyyahnya Abu Jahm , karena khamisah ini hampir menyibukkanku dari shalatku tadi .” Hisyam bin Urwah berkata dari bapaknya dari Aisyah, “Nabi bersabda, “Ketika sedang shalat tadi aku sempat melihat ke gambarnya, maka aku khawatir gambar ini akan melalikan/menggodaku .” (HR. Al-Bukhari no. 373 dan Muslim no. 1239) Al-Imam An-Nawawi dalam syarah(penjelasan)nya terhadap Shahih Muslim memberi judul bagi hadits di atas dengan “Karahiyatush Shalah fi Tsaubin Lahu A’lam” artinya makruhnya shalat dengan mengenakan pakaian bergambar. Rasulullah mengatakan bahwa gambar-gambar yang ada pada khamishah tersebut sempat menyibukkan beliau. Maksudnya, hati beliau tersibukkan sesaat dari perhatian secara sempurna terhadap shalat yang sedang dikerjakan, dari mentadaburi dzikir-dzikir dan bacaannya karena memandang gambar yang ada pada khamishah yang sedang dikenakannya. Karena khawatir hati beliau akan tersibukkan dengannya, belaiau pun enggan mengenakan khamishah itu dan memerintahkan agar mengembalikannya kepada Abu Jahm. Dari sini kita pahami, tidak disenanginya mengenakan pakaian yang bercorak/bergambar ketika shalat karena dikhawatirkan akan mengganggu ibadah shalat tersebut, walaupun shalat yang dikerjakan tetap sah. Diambil istimbath hukum dari hadits ini bahwa dimakruhkan segala sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyukan shalat seperti hiasan, warna-warni, dan ukiran pada dinding masjid, atau hal-hal lain yang dapat menyibukkan serta memalingkan hati orang yang sedang shalat. (Ihkamul Ahkam, kitab Ash-Shalah, bab Adz Dzikr ‘Aqibash Shalah, Al-Minhaj 5/46, Fathul Bari 1/627, Syarhu Az-Zarqani ‘ala Muwaththa’ Al-Imam Malik, 1/290) Ibnu Daqiqil ‘Ied berkata, “Hadits ini menunjukkan bersegeranya Rasulullah untuk memperbaiki shalat (melakukan hal-hal yang memberi kemashalahatan bagi ibadah shalat) serta menyingkirkan apa yang mungkin menodai pelaksanaannya. Di mana beliau melepas khamishah yang dikenakannya, menyuruh sahabatnya untuk mengembalikannya dan meminta penggantinya berupa pakaian lain yang tidak menyibukkan.” (Ihkamul Ahkam, kitab Ash-Shalah, bab Adz-Dzikr ‘Aqibash Shalah) Zainuddin Abul Fadhl Al-Iraqi menyatakan, “Hadits ini menunjukkan keharusan meyingkirkan apa saja yang dapat menyibukkan orang yang shalat dari ibadah shalatnya dan melalaikannya. Hadits ini juga mengandung hasungan untuk menghadap sepenuhnya pada amalan shalat dan khusyuk di dalamnya. Sebagaimana pula hadits ini menunjukan bahwa pikiran sedikit/sejenak tersibukkan dengan perkara selain shalat tidaklah mencacati keabsahan shalat.” (Tharhu At-Tatsrib, 2/585) Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa tidak disenangi untuk shalat di tempat yang padanya ada hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan shalat. Sehingga, sekiranya hal yang mengganggu itu dapat disingkirkan sebagaimana ditunjukkan dalam hadits berikut ini. Anas bin Malik berkata, Aisyah memiliki qiram yang dipakainya untuk menutupi sisi rumahnya, maka Nabi bersabda: “Singkirkan dari kami qirammu ini karena gambar-gambarnya terus menerus terbayang-bayang dalam shalatku.” (HR.Al-Bukhari no. 374) Shalat Membawa Gambar Bila seseorang shalat sementara di sakunya ada dompet yang di dalamnya terdapat uang kertas bergambar makhluk hidup, KTP, SIM yang tentunya ada pas fotonya, apakah shalatnya sah ? Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab, “Shalatnya sah. Adapun gambar-gambar yang dibawanya dalam shalat tidaklah mencacati shalatnya karena ia dalam keadaan terpaksa atau ada kebutuhan untuk selalu membawanya. Adapun gambar/ foto kenang-kenangan, untuk mengingat seseorang dan semisalnya, tidak boleh dibawa. Bahkan tidak boleh dibiarkan tetap ada di dalam rumah, namun wajib dimusnahkan. Dengan dalil sabda Nabi kepada Ali bin Abi Thalib: “Jangan engkau membiarkan satu gambar (makhluk hidup) kecuali engkau haus dan jangan pula membiarkan ada satu kuburan yang ditinggalkan kecuali engkau ratakan.” (HR. Al-Imam Muslim dalam Shahihnya) Kemudian Asy-Syaikh menyebutkan beerapa hadits yang lainnya. (Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/417) Shalat di Tempat yang Ada Gambar Shalat di tempat yang di situ ada gambar-gambar bernyawa seprti gmbar-gambar pada surat kabar, majalah, dan buku-buku, atau gambar yang digantung di dinding hukumnya sah apabila si muslim yang shalat tersebut menunaikan shalatnya dengan tata cara yang diajarkan dalam syariat. Akan tetapi bila ia mencari tempat lain yang tidak ada gambarnya maka itu lebih utama dan lebih afdhal. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/418) Shalat Beralaskan Tikar Dibolehkan shalat dengan memakai alas, baik berupa tikar, sajadah, kain, atau yang lainnaya selama alas tersebut tidak akan mengganggu orang yang shalat. Misalnya sajadahnya bergambar dan berwarna-warni, yang tentunya dapat menarik perhatian orang yang shalat. Di saat shalat, mungkin ia akan menoleh ke gambar-gambarnya lalu mengamatinya, terus memperhatikannya hingga ia lupa dari shalatnya, apa yang sedang dibacanya dan berapa rakaat ang telah dikerjakannya. Oleh karena itu tidak sepantasnya memakai sajadah yang padanya ada gambar masjid, karena bia jadi akan mengganggu orang yang shalat dan membuatnya menoleh ke gambar tersebut sehingga bisa mencacati shalatnya. (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 12/ 362) Dalil tentang bolehnya shalat dengan memakai alas adalah sebagai berikut: Anas bin malik mengabrkan bahwa neneknya yang bernama Mulaikah mengundang Rasulullah untuk menyantap hidangan yang dibuatnya. Beliau pun datang memenuhinya serta memakan hidangan yang disajikan. Selesainya, beliau bersabda , “Bangkitlah, aku akan shalat mengimami kalian.” Anas berkata,”Aku pun bangkit untuk mengambil tikar kami yang telah menghitam karena lamanya dipakai. Aku percikkan air untuk membersihkannya. Rasulullah lalu berdiri. Aku dan seorang anak yatim membuat shaf di belakang beliau, sementara nenekku berdiri di belakang kami. Rasulullah shalat dua rakaat mengimami kami, kemudian beliau pergi.” (HR. Al-Bukhari no. 380 dan Muslim no. 1497) Abu Sa’id Al-Khudri menyatakan: “Ia pernah masuk menemui Rasulullah, ternyata ia dapatkan beliau sedang shalat di atas tikar, beliau sujud di atas tikar tersebut.” (HR. Muslim no. 1503) Aisyah berkata: “Adalah Rasulullah shalat beraaskan khumrah .” (HR. Al-Bukhari no. 379 dan diriwayatkan pula oleh Muslim no. 1502 dari hadits Maimunah) Ibnu Baththal berkata, “Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan fuqaha di berbagai negeri tentang bolehnya shalat di atas/beralas khumrah. Keculai perbuatan yang diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdil ‘Aziz bahwa ia pernah meminta tanah lalu diletakkannya di atas khumrahnya untuk kemudian sujud di atas tanah tersebut. Mungkin apa yang dilakukan oleh ‘Umar bin Abdil ‘Aziz ini karena berlebih-lebihannya beliau dalam sikap tawadhu’ dan khusyuk. Dengan begitu, dalam perbuatan beliau ini tidak ada penyelisihan dengan pendapat jamaah (yang menyatakan bolehnya sujud di atas khumrah). Ibnu Abi Syaibah meriwaytkan dari ‘Urwah ibnuz Zubair bahwa ia membenci (memakruhkan) shalat di atas sesuatu selain bumi /tanah (membenci shalat dengan memakai alas). Demikian pula riwayat dari selain ‘Urwah. Namun dimungkinkan makruhnya di sini adalah karahah tanzih (bukan haram).” (Fathul Bari, 1/633) Namun perbuatan Rasulullah ini cukuplah menujukkan kebolehan shalat di atas alas. Wallahu a’lam. Al-Imam An-Nawawi menyatakan ,”Orang-orang dalam mazhab kami berkata, ‘Tidak dibenci shalat di atas wol, bulu, hamparan, permadani, dan benda-benda seluruhnya. Inilah pendapat dalam mazhab kami’.” (Al-Majmu’, 3/169) Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata, “Tidak apa-apa shalat di atas hamparan/tikar dan permadani dari wol, kulit, dan bulu. Sebagaimana dibolehkan shalat di ats kain dari katun, linen, dan seluruh bahan yang suci.” (Al-Mughni, kitab Ash-Shalah, fashl Tashihhu Ash-Shalah ‘alal Hashir wal Bisath minash Shuf) Shalat dengan Pakaian yang Dikenankan Saat Buang Hajat/di WC Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pernah ditanya tentang hal ini, karena memungkinkan ketika keluar dari WC pakaian mereka terkena najis dan tidak diragukan WC tidak lepas dari najis. Bila demikian, apakah sah shalat mereka dengan mengenakan pakaian tersebut ? beliau menjawab, “Sebelum aku menjawab pertanyaan ini, aku hendak mengatakan bahwa syariat Islam ini, alhamdulillah, telah sempurna dari seluruh sisi. Cocok dengan fitrah manusia yang Allah ciptakan makhluk di atas fitrah tersebut. Di mana pula, agama ini datang dengan kemudahan dan keringanan, bahkan datang untuk menjauhkan manusia dari kebingungan dalam was-was dan bayangan-bayangan yang tidak ada asalny. Berdasarkan hal ini, seseorang dengan pakaian yang dikenakannya berada di atas kesucian, karena hukum asalnya demikian, selama ia tidak yakin tubuh dan pakaiannya terkena najis.
Inilah hukum asal yang dipersaksikan oleh sabda Rasulullah tatkala ada seseorang mengadu kepada beliau bahwa ia merasa berhadats ketika sedang mengerjakan shalatnya. Beliau bersabda: “Jangan ia berpaling (membatalkan shalatnya) sampai ia mendegar suara (angin) atau ia mendapati baunya.” Maka hukum asalnya adalah tetapnya sesuatu di atas keadaanya semula (dalam hal ini: suci). Dengan begitu, basahnya pakaian yang dikenankan mereka saat masuk WC, bisakah dipastikan bahwa cairan tersebut adalah cairan yan najis dari air kencing, tahi, atau semisalnya ? Bila kita tidak bisa memastikan (tidak yakin) dengan perkara ini, maka dikembalikan kepada hukum asal, yaitu suci. Memang benar, menurut persangkan yang kuat pakaian itu bisa jadi terkena sedikit najis. Akan tetapi selama kita tidak yakin (sekedar menduga-duga) maka tetap hukum asal sesuatu itu suci, sehingga tidak wajib bagi mereka membasuh pakaian mereka. Dan mereka boleh shalat mengenakan pakaian tersebut.” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 12/369) Shalat Memakai Sandal Rasulullah terkadang shalat tanpa alas kaki dan terkadang memakai sandal. Beliau membolehkan hal itu kepada umat beliau dengan sabdanya: “Apabila salah seorang dari kalian shalat, maka hendaknya ia memakai kedua sandalnya atau ia lepaskan di antara kedua kakinya, dan jangan ia mengganggu orang ain dengan kedua sandalnya.” (HR. Al-Hakim 1/259, ia berkata, “Shahih di atas syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz Dzahabi. Kata Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ashlu Shifati Shalatin Nabi 1/108, “Hadits ini memang sebagaimana yang dikatakan leh keduanya.”) Didapatkan pula adanya penekanan beliauagar mengenakan sandal ketika shalat sebagaimana dalam hadits: “Selisihilah Yahudi, karena mereka tidak shalat dengan mengenakan sandal dan tidak pula khuf mereka.” (HR. Abu Dawud no.652, dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa Fish Shahihain, hadits no. 471, 1/399) Asy-Syaikh Al-Albani berkata, “Hadits ini memberi faedah disenanginya shalat dengan memakai sandal karena Rasulullah memerintahkannay dengan alasan untuk menyelisihi Yahudi. Minimal hukumnya adalah mustahab, walaupun secara dzahir hukumnya wajib. Karena hukum asal dari perintah adalah wajib, kecuali ada nash yang memalingkannya dari hukum wajib tersebut. Namun di sini tidaklah wajib hukumnya dengan dalil sabda beliau yang telah disebutkan sebelumnya: “Apabila salah seorang dari kalian shalat, maka hendaknya ia memakai kedua sandalnya atau ia lepaskan keduanya…” Dari ucapan beliau ini menunjukkan seseorang yang shalat diberi pilihan (antara memakai sandal atau melepaskannya) akan tetapi hal ini tidaklah meniadakan hukum mustahabnya…” (Ashlu Shifati Shalatin Nabi, 1/109, 110) Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata, ”Mustahabnya dari sisi tujuan menyelisihi Yahudi.” Sunnah ini tentunya akan dianggap asing oleh masyarakat kita karena ketidaktahuan mereka terhadap hukum-hukum yang rinci dalam agama ini. Juga karena pandangan mereka, apabila seseorang masuk masjid dalam keadaan memakai sandal berarti dia menghinakan masjid dan mengotorinya. Sehingga siapa saja yang hendak mengamalkan sunnah harus pandai-pandai melihat keadaan dan super hati-hati. Jangan sampai krena ingin menghidupkan sunnah namun hasilya malahan mendatangkan mudarat dan membuat fitnah di tengah masyarakatnya yang awam tersebut, yang menyebabkan sunnah ini justru dibenci dn agama ini semakin dijauhi. Wallahul musta’an. Oleh karena itu, ajarilah dulu manusia agama yang mudah ini dengan penuh hikmah, sehingga mereka mengerti dan paham, dan pada akhirnya mereka cinta terhadap agama ini dan mengamalkan semua yang datang dari agama yang mulia ini, tanpa ada paksaan dari siapa pun. Wallahul muwaffiq ila ash-shawab. |
posted by go!.....go1 @ 16.22  |
|
|
|
|
| Dunia dan amalan shalih |
Imam Nawawi dalam muqodimah kitab beliau yang sangat bermanfaat, Riyadus Shalihin. Beliau berkata, Allah berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ منْهُمْ مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونَ Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan (Adz-Dzariaat:56.57)
Imam Nawawi dalam muqodimah kitab beliau yang sangat bermanfaat, Riyadus Shalihin. Beliau berkata, Allah berfirman وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ منْهُمْ مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونَ Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan (Adz-Dzariaat:56.57) Ayat diatas merupakan keterangan yang sangat jelas bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah. Oleh karena itu sudah semestinya mereka memperhatikan untuk apa mereka diciptakan, seraya berpaling dari kemewahan kemegehan dunia dengan bersikap zuhud, karena dunia merupakan alam fana yang tidak akan kekal. Dunia hanyalah merupakan jembatan yang menghubungkan ke alam akhirat, bukan tempat untuk bersenang-senang dan tempat tinggal yang abadi. Oleh karena itu, orang-orang yang sadar dan memahami akan benar-benar melaksanakan ibadah dan orang-orang yang sehat akalnya adalah orang-orang yang zuhud. Allah berfirman إنَّمَا مَثَلُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَآءِ فَأخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ ممَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّى إذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَأزَّيَّنَتْ وَظَنَّ أهْلُهَا أنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيها أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَو نَهَاراً فَجَعَلْنَاهَا حَصِيداً كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir (Yuunus: 24)Salah seorang penyair berkata إِنَّ للهِ عِبَاداً فُطَنَا طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَانَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَاجَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang cerdas, yaitu yang tidak mementingkan dunia dan takut akan fitnahMereka senantiasa memperhatikan, maka ketika mengetahui, dunia ini bukanlah tempat tinggal selama-lamanya bagi yang hidup.Merekapun menjadikan dunia bagaikan samudra dan menjadikan amalan shalih sebagai bahtera untuk berlayar mengarunginyaLabel: artikel |
posted by go!.....go1 @ 16.19  |
|
|
|
| Minggu, 13 Januari 2008 |
| 10 KESALAHAN BESAR DALAM PERKAWINAN |
Tak ada gading yang tak retak. Begitu kata pepatah untuk menggambarkan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia yang kerap melakukan kesalahan. Meski begitu, kesalahan tetap bisa dihindari atau diperbaiki. Termasuk kesalahan-kesalahan yang kerap kita lakukan dalam perkawinan. Nah, berikut ini sejumlah kesalahan yang paling sering dilakukan pasangan dalam sebuah perkawinan yang tak jarang memberi dampak amat buruk yaitu perceraian. Karena itu, simak baik-baik dan sedapat mungkin hindarilah 1.Kurang MenghormatiJangan menjelek-jelekan pasangan kepada teman-teman atau rekan kerja. Ingat, Anda dan suami/istri saling membutuhkan dan masing-masing juga harus tahu bahwa dirinya dihormati pasangan. 2. Tak Mengindahkan atau Mendengarkan Jangan memberikan perhatian lebih kepada komputer, teve, dan lainnya sementara pasangan sedang berada di sisi kita. Perhatikan pula bahasa tubuh pasangan karena dari situ kita juga bisa tahu, apa yang sebetulnya ia inginkan. 3. Kurang GairahPadamnya gairah, tak ada lagi kemesraan apalagi keintiman, merupakan tanda-tanda bahaya dari sebuah perkawinan. Jangan tunggu lebih lama lagi. Segeralah cari nasihat dari penasihat perkawinan atau dokter yang bisa membantu jika memang harus dilakukan pengobatan tertentu. Jangan biarkan pasangan Anda bertanya, mengapa Anda tidak tertarik (lagi) pada seks. 4. Selalu Harus Benar & MenangSikap selalu menggurui bahkan memerintah pasangan atau harus selalu menang di dalam setiap percakapan, juga merupakan bahaya besar yang mengancam kehidupan perkawinan. Jarang sekali ada orang yang bisa bertahan menyintai pasangan yang selalu mau menang sendiri, inginnya dituruti, tak boleh dibantah. Sesekali terimalah, bahwa ada kesalahan yangt telah Anda buat dan jangan selalu menjawab setiap pertanyaan yang sederhana dengan kalimat panjang dengan nada tinggi pula.5. CerewetTerlalu banyak bicara juga amat menjengkelkan pasangan kita, lo. Lebih baik bertindak daripada cuma banyak bicara. Jika Anda mengatakan akan megerjakannya, kerjakanlah! Dan bila Anda tidak mau mengerjakannya, tinggalkan!Label: tips-tips |
posted by go!.....go1 @ 18.40  |
|
|
|
| Sabtu, 05 Januari 2008 |
| pendapat orang jepang terhadap indonesia |
| dari Forum sebelah nech....agak miris juga bacanya, tapi itulah realitanyaGraduate School for International Development and Cooperation (IDEC)Hiroshima UniversityProf Nagano Staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensivecourse dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima University. Beliausering menjadi konsultan pertanian di Negara2 Asia termasuk Indonesia. Adabeberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentangIndonesia:1.Orang Indonesia suka rapat / Seminar-2 di Hotel Berbintang dan membentukpanitia macam2.Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinyasekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulangkali, saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnyapelaksanaan tertunda2 padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.2. Budaya Jam KaretSelain dari beliau saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing Yangpernah ke Indonesia ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut andaterkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab jam Karet! Saya tertawatapi sebetulnya malu dalam hati, Sudah sebegitu parahkah disiplin kita ?.3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa ditundabesok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentangorang Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budayamenunda-nunda pekerjaan.4. Umumnya tidak mau turun ke LapanganBeliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani,pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkappadahal beliau sudah datang dengan "work wear" beserta sepatu boot. Pejabattersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapangan, kenapa?Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliaumenggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikaninstruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dininabobokan oleh istilah Indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong, adapancasila, agamanya kuat, dll. Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisakita lihat sendiri. Ternyata negara kita hancur2an, bahkan susah untukrecovery lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti koreabisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action.Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik,akhirnya waktuterbuang percuma tanpa action. Karena belum apa2 sudah ramai duluan. Kapankita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan2 kita dan tidak selalumenjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terusseperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titikminimal untuk disebut negara beradab dan tetap terbelakang disegala bidang.Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua,terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diriuntuk menjadi yang lebih baik.Selanjut nya terserah anda yang menilai nya Label: artikel |
posted by go!.....go1 @ 19.02  |
|
|
|
|
| Flickr |
This is a test post from , a fancy photo sharing thing. |
posted by go!.....go1 @ 00.54  |
|
|
|
|
| Flickr |
This is a test post from , a fancy photo sharing thing. |
posted by go!.....go1 @ 00.41  |
|
|
|
|
| Flickr |
This is a test post from , a fancy photo sharing thing. |
posted by go!.....go1 @ 00.39  |
|
|
|
| Kamis, 03 Januari 2008 |
| Tips Perawatan Ringan |
Liburan lalu, serombongan anak gaul turing dari kotanya ke daerah pelosok yang punya jalur berkelok. Setelah beberapa jam, sampai deh mereka di tempat tujuan. Seorang mengeluh, “Waduh, tangan kanan gue kok pegel gini?” Brother yang lain memeriksa tangan kanannya, pijit-pijit sedikit. Lantas katanya, “Iya, otot tangan loe pada kaku, dari telapak, pergelangan sampe siku.” Dari situ obrolan rombongan komunitas klub motor ini fokus ke soal pegal, cara nyetir, sampai setang. “Setang loe sih komorod, korban modifikasi road race. Ditekuk terlalu ekstrem. Udah gitu, balancer pemberat dicopot pula. Pasti setang loe sering bergetar,” ujar yang lain. Analisis itu diiyakan si pemilik tangan pegal. Yang lain mencoba duduk di motor si tangan pegal. “Wah, setang dibelokin juga kaku nih. Komstir loe terlalu rapat. Pasti nggak enak naik motor begini, nggak bisa lepas setang, arah jalan narik ke kanan-kiri.” “Iya sih,” kata si tangan pegal mulai tengsin (malu, red). “Eh, coba grip karet setangnya, jangan-jangan kendor gampang copot,” yang lagi nyeruput es buah ikut menimpali. Diperiksalah sama yang duduk di motor. “Iya nih kendor.” “Lho emang apa hubungannya?” tanya si tangan pegal. “Ah, loe gimana sih. Kalo grip kendor loe kan jadi megang kudu keras supaya bener-bener muter. Tangan loe jadi pegal. Apalagi jalan jauh begini. Lebih parah lagi kalo kabel gas loe seret. Eh, Pak, es buahnya satu lagi dong.” Tidak disangka, sambil meracik es buah, bapak tukang warung ikut angkat bicara. “Buat sementara, diikat kawat aja dulu kayak di grasstrack. Biar grip setang bener-bener kenceng. Resiko tangan pegal jadi kurang. Bagusnya sih pakai insulok (cable-tie, red) kayak di road race, sekalian buat ganjelan ngegas. Kalo kawat, nih saya punya.” Heboh deh, rombongan turing surprise si tukang warung nyambung omongan anak motor. “Ha.. ha.. ha.., hebat si Bapak. Ngerti dia. Sering nonton ya Pak?” Si tukang warung tersenyum. Rupanya bapak tukang warung ini memang cukup gaul. “Itu motor si mas yang itu, pakai setang trail apa nggak pegal juga?” tanyanya sambil menunjuk kawan yang motornya menganut aliran supermoto. Yang ditanya menjawab, “He.. he.. he.., pegel juga sih, tapi yang penting kan gaya.” “Ah, gaya kalo nggak safety ngapain? Nggak MEFRIK loe!” ujar yang tadi duduk di motor si tangan pegal. Pak tukang warung lagi-lagi menunjukkan gaulnya. “Pakai setang trail kan boleh, asal tidak terlalu lebar. Potong sedikit ujungnya, biar nggak pegal. Gaya dapat, tapi tetap safety.” Serempak semua rombongan turing kasih applaus buat bapak pemilik warung. “Bapak bener-bener gaul nih. Loe kalah gaul sama si bapak (sambil menuding si tangan pegal). Pak, Pak, main motor juga ya?” “Saya kan sering baca MOTOR Plus. Soalnya anak saya juga biker. Saya jadi tau dan bisa kasih nasehat yang benar sama anak saya,” kata si bapak tukang warung. “Ha.. ha.. ha.., hebat si Bapak. Benar tuh, Pak. Rugi deh nggak baca MOTOR Plus. Nih kayak dia nih,” sambil menuding ke hidung si tangan pegal. Yang dituding sekarang benar-benar melongo. F-16Label: cerita anak gaul |
posted by go!.....go1 @ 02.41  |
|
|
|
|
| gaul muda mudi |
Emang sih, zaman bertukar, musim berganti. Tapi, pergaulan muda-mudi masiiih aja dilematis. Serba salah. Dulu, di masa Siti Nurbaya, banyak muda-mudi menjalani ‘kawin paksa’. Seorang pemuda yang mondar-mandir di depan rumah seorang gadis bisa babak-belur ‘dipermak’ orang sekampung. Kini di era “Pernikahan Dini”, banyak anak belia ‘terpaksa kawin’. Sepasang remaja yang berangkulan dan berciuman di dalam mal, di depan mata orang banyak di siang hari bolong, hanya mengundang ketidak-acuhan atau tatapan iri dari orang2 di sekitarnya. Hiiii…. Merinding bulu roma kami ngeliat kasus2 main paksa. Di satu sisi, mencuat kasus2 ‘kawin paksa’ dan ‘pingitan seketat-ketatnya’. Di sisi lain, merebak pula kasus2 ‘terpaksa kawin’ dan ‘pergaulan sebebas-bebasnya’. Serba salah, kan? Gimana kalo tiada paksaan? Belum tentu aman, euy! Bebas nikah pun ternyata nggak ngejamin kita luput dari masalah. Bener2 bikin penasaran. Contohnya, di forum diskusi MyQuran.com «pd tgl: 12/25/02 jam 02:43:34», seorang ikhwan di Yogya yang bernama Jarot ngungkapin masalah “Pacaran Salah, Nikah Salah Juga” berikut ini: Akhi wa Ukhti, semasa ‘jahiliah’ saya dulu, terus terang saja—seperti kebanyakan remaja lainnya—saya juga beberapa kali pacaran. Namun semuanya berantakan di tengah jalan begitu saja tanpa alasan-alasan yang prinsipil. Makanya, saya berpikir pacaran lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Apalagi belakangan saya nyantri kembali. Sebagai ikhwan tentu saja saya mencoba tidak pacaran dan langsung menikah saja dengan salah satu akhwat (meski rasanya lucu menikah dengan seseorang yang belum begitu kita kenal dekat. Bagaimana mau kenal dekat jika baru sedikit akrab saja sudah dibilang khalwat atau ikhtilath?). Eh, ternyata langsung menikah (tanpa pacaran dulu) juga salah. Artinya ya bubar. Oooo… Iya, sih. Repot juga kalo langsung nikah tanpa kenal dekat lebih dulu. Iya kalo kebetulan cocok satu sama lain; kalo enggak, bubarlah pernikahan seperti pada kasus ikhwan Jarot tersebut. Nunda Nikah Salah, Nikah Dini Pun Salah Kami memaklumi, tindakan sebagian saudara kita (termasuk Jarot dalam curhat di atas) yang cepet2 nikah tanpa kenal dekat itu lantaran tingginya semangat mereka dalam ber-Islam. Sepengetahuan mereka, hampir semua proses menuju pernikahan di zaman Nabi berlangsung singkat sekali. Karenanya, mereka pun ingin cepet2 nikah sesuai kebiasaan pada masa Rasul itu. Padahal, ketimbang pada masa Rasul, kini dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk ketemu jodoh yang sreg di hati. Makanya, jodoh pun tak kunjung tiba. Repot, kan? Repotnya lagi, bersamaan dengan masa penantian jodoh yang tak kunjung tiba, kebutuhan akan kasih-sayang pada diri muda-mudi zaman sekarang ternyata kurang terpenuhi. Gimana enggak? Terutama pada masyarakat perkotaan, gaya hidup individualistik kian merebak. Jangankan dengan tetangga desa, dengan tetangga sebelah rumah pun kurang begitu hangat. Jangankan hubungan kasih-sayang dengan saudara sepupu, dengan sesama saudara kandung pun seringkali sedingin salju Kutub Selatan. Dalam kondisi kekurangan kasih-sayang gitu, apa saja yang diserap oleh mata dan telinga kawula muda kita setiap hari dan setiap malam? Peratiin! Lagu remaja gimana yang paling rajin membombardir telinga muda-mudi? Yang romantis. Sinetron dan film remaja gimana yang paling giat memikat mata muda-mudi? Yang romantis. Cerpen dan novel gimana yang paling tekun merasuki hati-sanubari muda-mudi? Yang romantis. Segalanya serba romantis. Nah! Begitu tersaji ‘fast food’ (yakni romantisnya si dia) yang menggiurkan di depan hidung, bagaimana mungkin air liur kaum remaja itu tak menetes? Ketika kekurangan kasih-sayang, bukankah dorongan untuk memperoleh cinta dari seseorang yang ‘istimewa’ menjadi teramat kuat? Masya’ Allaah… Berat nian beban yang dipikul muda-mudi di masa kini. Lebih berat lagi, kebanyakan muda-mudi Islam itu belum dapat segera menikmati keromantisan sekenyang-kenyangnya, sebab mereka belum mampu menikah. Lebiiiih berat lagi, lama banget jarak waktu antara dimulainya tahap kematangan seksual mereka dan mampunya mereka mandiri secara finansial untuk memasuki jenjang pernikahan. Bukan sekedar sehari dua hari atau pun seminggu dua minggu. Masa penantian ini bisa bertahun-tahun. Tentu, ini menimbulkan tekanan kejiwaan yang cukup berat di kalangan muda-mudi Islam. Nganggur Salah, Cari Kerja Pun Salah Ketika seruan segera nikah dituruti banyak muda-mudi aktivis masjid yang belum mapan, lalu rumah-tangga baru ini benar2 kewalahan memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat dan kerabat mereka acapkali cuek wek wek. Biasanya, para pasangan yang kelimpungan itu paling2 diminta sabar, sabar, dan sabar teruuuus. Sebagian dari orangtua yang sudah tua dan telah mapan malah mengacungkan ‘kata-kata mutiara’ yang manis di mulut, tapi pahit di telinga: “Rajin pangkal kaya, malas pangkal miskin.” Mereka pikir, kemiskinan muda-mudi itu pastilah hasil dari kemalasan. Mereka belum ngerti, tak sedikit orang kaya bermalas-malasan. Mereka hidup berkecukupan dengan mengandalkan bunga deposito bank dan dividen saham perusahaan besar. Mereka yang menganggap rendah orang-orang miskin itu kurang observasi, banyak orang melarat tak sempat bermalas-malasan. Setiap hari, setiap siang, dan setiap malam, mereka kerahkan tulang dan keringat demi mengais rezeki. Padahal, putih tulang dan basah keringat itu seringkali tak dapat diandalkan. Udah banting tulang peras keringat, tetaaap aja kaum yang lemah itu melarat. Meski udah rajin bekerja bertahun-tahun, kebutuhan hidup mereka masih kurang terpenuhi. Bahkan, banyak anak-anak miskin meninggal dunia lantaran sakit karena orangtua mereka yang masih muda dan belum mapan tidak mampu membiayai pengobatan. “Mengapa muda-mudi itu masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan mereka sudah bekerja keras dan meyakini bahwa Allah ialah Maha Pemberi rezeki?” Salah satu sebab utamanya, dalam pengamatan Abu Syuqqah, adalah dominasi perusahaan besar pada semua bidang kehidupan. Kenapa dominasi ini menyengsarakan kaum miskin, berikut ini penjelasan kami. Produk usaha kecil yang dapat dikerjakan di rumah sendiri hampir selalu kalah bersaing dengan produk industri dari perusahaan besar. Akibatnya, tidak hanya pria muda, tetapi wanita muda pun terpaksa keluar meninggalkan rumah berbondong-bondong untuk saling berebut pekerjaan. Namun, jumlah pencari kerja itu terlampau besar bila dibandingkan dengan lowongan yang tersedia. Makanya, sesuai hukum ekonomi, tak sedikit muda-mudi yang miskin itu terpaksa bersedia menerima upah di bawah ‘upah minimum’ yang ditetapkan Pemerintah. Padahal, ‘upah minimun’ itu sendiri teramat kecil, nggak cukup tuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri, apalagi kebutuhan rumah-tangga. Akibatnya, yang melarat itu tetap melarat, walau rajin bekerja. Susah, kan?
Categories: rangkuman buku Gaul Gaya RasulLabel: tips-tips |
posted by go!.....go1 @ 02.38  |
|
|
|
|
|